Semangat Pancasila Dalam Haul Ke-6 Mbah Liem

Pondok Pesantren Al-Muttaqin Pancasila Sakti (Alpansa) Sumberejo, Troso, Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menggelar haul ke-6 Almaghfurlah almarhum KH. Muslim Rivai Imam Puro atau yang akrab dikenal dengan paggilan Mbah Liem Imam Puro (26/4). Acara yang sedianya diselenggarakan dengan sederhana tersebut justru berlangsung meriah. Setelah sehari sebelumnya serangkaian acara khotmil Qur’an dan mauidhoh peringatan haul dan manakib Mbah Lim, acara dilanjutkan dengan gelaran wayang kulit yang berlangsung hingga dini hari. Gelaran wayang kulit berjudul Hastabarata Kawedar itu dibabar dinamis dan penuh tenaga oleh ki Dalang Ardi Purboantono asal Malang yang juga merupakan salah satu pengurus Lesbumi PBNU. Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pengurus Lesbumi PBNU, Lesbumi PW dan PC dari beberapa wilayah dan daerah, diataranya K Ng H Agus Sunyoto, Kyai Jadul Maula serta intelektual dan budayawan muda NU asal Lombok, Kang Hasan Basri (berikut catatan beliau https://alif.id/…/haul-keenam-mbah-liem-kritik-untuk-ulama…/).

“Kami berharap dengan acara puncak haul yang melibatkan sahabat-sahabat Lesbumi ini menjadi bukan saja ruang untuk mengenang nilai-nilai yang diwariskan Mbah Liem, namun juga mampu merekatkan persaudaraan dan komitmen yang kuat untuk membumikan Islam Nusantara dalam semangat nasionalisme dan Pancasila”, ungkap Gus Muh, putra bungsu Mbah Lim yang menjadi ketua pelaksana acara.

KH. Syaifuddin Zuhri, pengasuh Ponpes Alpansa yanng juga putra pertama Mbah Lim dalam sambutannya menyampaikan pentingnya masyarakat Indonesia untuk senantiasa menjaga semangat persatuan dan gotong royong. “Indonesia tidak akan runtuh atau bubar selama umat Islam mengerti pesan-pesan substantif yang dikandung agama Islam, yakni persaudaraan antar umat Islam sendiri, antar warga negara, antar manusia, antar makhluk Allah. Jangan berpecah belah. Salinglah memahami dan bertenggang rasa. Tekad kita harus dijaga dan bersih yakni menjaga NKRI PAMD (NKRI, Pancasila Aman Makmur Damai Selamanya)”, paparnya yang disambut tepuk tangan bergemuruh.

Baca juga 》  Defisit Budaya Dan Tradisi Nusantara (Bag. I)

Sementara itu ketua Lesbumi PBNU, K Ng H Agus Sunyoto dalam sambutannya menyampaikan pentingnya memahami sejarah lahirnya umat Islam nusantara dan bangsa Indonesia yang tak dapat dipisahkan dari kondisi sosio kultural yang terjadi dimasa lalu, bahkan sebelum agama Islam bisa diterima secara massif. “Keberadaan bangsa ini dengan kultur yang beragam dari awal sudah memiliki keterpautan sejarah budaya yang tak bisa dikesampingkan. Islam dapat tersyiar secara massif tidak seperti membalik telapak tangan atau terjadi dengan aksi-aksi penaklukan. Islam datang dengan penuh damai melalui tangan terampil dan jiwa besar serta kecerdasan Walisongo yang tak menutup mata pada kondisi sosio kultur, budaya dan peradaban masyarakat Nusantara yang sudah ada sebelumnya. Karenanya serta merta mau berkeras-keras untuk upaya formalisasi Islam dan meminggirkan semangat kebangsaan yang sudah digodok para founding fathers yang juga terdiri dari para ulama adalah tindakan ahistoris dan sia-sia”.

Acara bertajuk Gelar Seni Santri Nusantara dalam rangka Haul ke 6 Mbah Liem tersebut dimulai pukul 20.00 wib dengan dibuka penampilan kesenian para santri Alpansa yang dilanjutkan acara pembukaan dan pagelaran wayang kulit. Selain alur utama pagelaran tersebut sejumlah seniman Lesbumi tampil dalam sesi Limbukan, sebuah babak “santai” dalam alur gelaran wayang sehingga memungkinkan untuk dimasuki oleh bentuk dan elemen lain yang beragam dan relevan. Diantara yang naik panggung malam itu adalah Abdullah Wong, Sastro Adi, Lik Jumali, Lodzi Hady, Gus Eko Ahmadi serta Bro Farid, putra Mbah Surip “Tak Gendong”. Acara Kolaborasi Limbukan tersebut ditutup dengan tampilan lagu Yalal Wathon dan Pancasila Kita yang diikuti oleh seluruh hadirin, sebelum kemudian lakon pagelaran wayang kulit kembali dilanjutkan hingga usai. [djilo]

Baca juga 》  Potensi di balik Dolanan Sluku-sluku Bathok

Share this post

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top