Pesantogan Lesbumi NU Banyuwangi

Berada di Desa Adat Kemiren Banyuwangi, Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU Banyuwangi melakukan pertemuan membahas tentang adat budaya Banyuwangi yang biasa disebut Pesantogan, Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh pengurus Lesbumi NU Banyuwangi, Minggu (4/11).

Dalam kesempatan itu, Taufiq Wr Hidayat selaku ketua Lesbumi NU Kabupaten Banyuwangi mengatakan bahwa acara pesantogan ini harus sering diadakan untuk memupuk rasa kekeluargaan serta untuk saling sumbangsih pemikiran demi kemajuan budaya yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

Lesbumi NU Banyuwangi sendiri terdiri dari berbagai macam elemen masyarakat penggiat seni dan budaya yang ada di Banyuwangi. Salah satunya adalah Aden atau yang lebih dikenal Kang Aden Janakim, menurutnya pengurus Lesbumi sangat bagus, karena di dalamnya terdapat orang-orang yang berkompeten di bidang seni dan budaya. “Lesbumi adalah lembaga yang sangat bagus, karena orang-orang yang ada di dalamnya adalah orang-orang yang memang benar-benar berkompeten di bidang seni dan budaya”, tuturnya.

Meskipun kepengurusan Lesbumi ini tergolong masih baru terbentuk, tetapi Lesbumi sudah menunjukkan eksistensinya dengan mengadakan acara dialog kebangsaan yang bertemakan Politik Partai dan Eceran, serta ikut andil dalam menyukseskan kegiatan Hari Santri yang baru saja dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2018 kemarin, di mana Lesbumi NU Banyuwangi menampilkan 1000 Hadrah pada malam puncak kegiatan Hari Santri Nasional. Dalam acara tersebut, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sangat mengapresiasi kepada Lesbumi NU Banyuwangi karena telah memeriahkan kegiatan Hari Santri Nasional 2018 Kabupaten Banyuwangi. (Wan/Zn)

Sumber: https://www.banyuwanginews.id/sosial/pesantogan-lesbumi-nu-banyuwangi-bahas-adat-budaya-banyuwangi/

Baca juga 》  Udeng: Tradisi Nusantara dan Filosofinya

Share this post

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top