Pengibaran Bendera HTI Pada Apel Hari Santri Upaya Sistematis

Peristiwa pembakaran bendera HTI pada momen Apel Hari Santri Nasional di Garut telah menuai berbagai reaksi dari masyarakat. Pihak-pihak yang selama ini mendukung gerakan mereka pun dengan cepat memainkan peristiwa tersebut untuk memojokkan Banser dan tentu juga Nahdlatul Ulama. Namun demikian, sebagaimana konferensi pers yang telah dilakukan oleh GP. Ansor siang ini (24/10), bendera yang dibakar dalam peristiwa tersebut adalah bendera organisasi terlarang HTI. Ketum GP. Ansor, Gus Yaqut meminta maaf atas terjadinya kegaduhan karena peristiwa tersebut, bukan atas peristiwa pembakaran bendera HTI.

Sementara itu dalam rilis yang telah diterbitkan PBNU, tim pencari fakta PBNU menemukan fakta bahwa pemasangan dan pengibaran bendera HTI pada momen Apel Hari Santri ternyata terjadi di hampir semua wilayah di Jawa Barat. Hal tersebut menguatkan dugaan bahwa memang ada upaya siatematis dan terencana untuk menginfiltrasi dan mencederai peringatan Hari Santri. Di daerah-daerah lain bendera-bendera tersebut berhasil diamankan sesuai SOP. Namun di Garut hal sebaliknya terjadi, sejumlah anggota Banser tersulut melakukan reaksi keras dengan melakukan pembakaran atas bendera tersebut. Namun demikian Banser Ansor dan keluarga besar NU meyakini bahwa tindakan tersebut didasari atas dorongan cinta tanah air dan niat mulia menjaga keutuhan bangsa Indonesia dari rongrongan dan upaya-upaya licik kelompok-kelompok pembenci NU dan sekaligus NKRI, terlebih NU lah yang mendorong agar HTI dibubarkan. Terhadap peristiwa tersebut sudah dapat diperkirakan mereka akan memblow-upnya habis-habisan untuk tujuan menghasut atas nama Islam dengan cara memanipulasinya melalui narasi “pembakaran tauhid” demi menuai dukungan. Mari kita dinginkan hati dan tetap menjaga kewarasan akal dan tak sampai terpancing jauh, mengingat situasi menjelang Pilpres yang sangat rentan digunakan kelompok kepentingan tertentu untuk memancing di air keruh demi mendulang keuntungan. Mari perbanyak membaca shalawat, semoga bangsa Indonesia dan umat Islam di negeri ini dihindarkan oleh Allah dari fitnah yang keji. (elha)

Baca juga 》  Kemanusiaan Dan Kebudayaan

Share this post

scroll to top