Kita Jangan “uprooted from our origin”

Dalam petikan pidato pada peringatan Proklamasi Kemerdekan Bangsa Indonesia yang ke-17 tahun 1961 ini, Bung Karno seperti mengingatkan kita pada sebuah prinsip NU: “almuhafadlah alal qadimis shalih, wal ahdu bil jadidil ashlah”. Dengan semangat yang sama beliau menegaskan agar kita teguh dengan identitas kebangsaan, sadar sebagai entitas budaya dan tak terjerumus menjadi “uprooted from our origin”, tercerabut dari akar budaya sendiri. Dalam semangat tersebut pula kita menegaskan bahwa konsep Islam Nusantara adalah salah satu bentuk resistensi warga NU terhadap upaya-upaya pengaburan identitasnya sebagai sebuah bangsa. Islam Nusantara adalah salah satu ekspresi isi-jiwa umat Islam Indonesia, sebuah ekspresi perlawanan terhadap usaha-usaha penjerumusan bangsa Indonesia untuk masuk dalam jebakan global open society-nya Soros. Islam Nusantara bukanlah aliran, ia adalah sikap kita sebagai umat Islam Indonesia dengan kesadaran kekinian dan kedisinian.

Baca juga 》  Manusia dan Kebudayaan: Kontestasi Logika, Etika dan Estetika

Share this post

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top