Ketua Umum PBNU Tutup Rakornas 3 Lesbumi NU

Lesbumi.id – Ketua umum PBNU, Prof Dr KH. Said Aqil Siroj, M.A menutup Rakornas 3 Lesbumi NU di Taman Candra Wilwatika Pasuruan pada Jumat (5/7) pukul 17.39 WIB. Kegiatan yang  berlangsung sejak Rabu (3/7) lalu dihadiri oleh 64 PC dan PW Lesbumi seluruh Indonesia.

“Agenda rakernas itu sesuai dengan AD/ART NU. Semua lembaga harus mengadakan rapat kerja nasional,” tutur Kiai Said.

 

Kiai Said menambahkan, yang paling penting evaluasi apa yang telah dikerjakan apa kekurangannya, apa yang belum dan ke depan proyeksinya apa? Itu yang paling penting.

 

Hal tersebut senada dengan apa yang diungkapkan Ketua Umum Lesbumi PBNU, KH. Ng. Agus Sunyoto dalam pernyataannya bahwa Lesbumi bukan sebagai entitas yang mengurus dan merepresentasi kesenian bernuansa ‘Islami’ saja, tapi memberi arah bagi visi dan rumusan strategis kebudayaan berdasarkan tradisi intelektual khas pesantren.

 

 

Rakornas ketiga ini mengambil tema Meneguhkan Islam Nusantara Di Era Milenial sebagai sebuah sikap dan ikhtiar Lesbumi untuk menjaga dan mengamalkan warisan kebudayaan luhur para penyebar islam masa awal nusantara.

 

Sebelum menutup kegiatan tersebut, Kiai Said menyampaikan harapannya, “Seni Lesbumi atau seninya orang santri diakui oleh bangsa, diakui internasional. Harus, bila perlu.” pesan Kiai Said.

 

Usai menutup Rakornas 3 Lesbumi NU Kiai Said bersama Kiai Agus Sunyoto menikmati pameran rupa, keris dan topeng yang memamerkan karya seniman Lesbumi. Keakraban terjalin di ruang itu.

 

“Ini apa ni artinya?” Tanya Kiai Said ketika menyaksikan salah satu lukisan yang dipajang di sudut ruangan.

 

Tak hanya itu, ketika sampai pada lukisan yang menggambarkan Gus Dur tengah tersenyum dengan memegang sebuah gitar, Kiai Said berkomentar, “Itu giginya kurang pas itu.” Tawa pun merekah dari rombongan yang mengiringi.

Baca juga 》  Apresiasi Positif Pameran Seni Rupa Rakornas 3 Lesbumi NU

 

Sementara itu puncak acara penutupan Rakornas 3 LESBUMI (Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia) yang diadakan di Chandra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan pada Jumat (05/07) malam dipadati oleh ribuan santri maupun warga Nahdliyyin baik itu dari Kabupaten Pasuruan maupun luar Pasuruan.

 

Tidak hanya itu, acara puncak penutupan RAKORNAS ke-3 LESBUMI ini dihadiri oleh Ketua Umun PBNU  Prof. KH. Said Agil Siradj, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf beserta wakil bupati, dan Forkopimda Kabupaten Pasuruan.

 

Tidak ketinggalan juga acara ini menjadi meriah lantaran dihadiri bintang tamu dari ibu kota, Charly Van Houten yang tak lain adalah vokalis Setia Band.

 

Tak ayal, saat Charly menyanyikan lagu berjudul “Bintang Kehidupan”, ia berhasil memukau ribuan warga NU Pasuruan yang hadir dalam acara ini.

 

Di sisi lain, Ketua Umun PBNU, KH Said Agil Siradj mengatakan bahwa budaya Islam itu sudah ada mulai dari dulu hingga kemajuan teknologi budaya yang ada di Indoneaia.

 

“Seniman yang dilandasi oleh iman, itu adalah seniman yang takwa kepada Allah dan sesuai dengan imajinasinya untuk mengembangkan suatu bakat, ” ujarnya.

 

Sementara itu Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf dalam kesempatan yang sama mengucapkan rasa terima kasih pada seluruh penyelenggara yang sudah mempercayai Kabupaten Pasuruan sebagai tuan rumah Rakornas ke-3 LESBUMI.

 

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Lesbumi yang telah memilih Kabupaten Pasuruan sebagai tuan rumah, dan pada malam hari ini. Perkenankan kami, mempersembahkan sebagai rasa bangga dan hormat kami kepada Nahdlatul Ulama seluruh potensi Kabupaten Pasuruan. Seluruh seni budaya Islami Kabupaten Pasuruan yang ditampilkan pada malam hari ini,” tutupnya. (san/gebe)

Baca juga 》  Wayang Wolak Walik Ramaikan Haul Mbah Lim Imampuro

Share this post

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top