Ketika Seniman Nusantara Ramaikan Rakornas 3 Lesbumi di Pasuruan

Lesbumi,id – Rangkaian acara Rakornas Lesbumi 3 NU menjadi momen tak terlupakan bagi semua peserta yang hadir. Hari pertama pentas gending Jawa kolaborasi Pagar Nusa Ponpes Al Muttaqien Pancasila Sakti Klaten. Kemudian dikejutkan dengan pagelaran wayang dengan kolaborasi tiga dalang.

 

 

 

 

Malam kedua ini pun tak kalah meriah. Pertunjukan demi pertunjukan juga ditampilkan. Salah satunya musik gambus Al Kawakib dari Malang ada beberapa penampil yang datang dari peserta Rakornas.

Seni Tari kreasi Golok dan Karinding dari Bekasi berhasil menyedot perhatian para peserta. Dengan iringan musik gamelan pertunjukan dengan golok di tangan, tarian ini makin indah.

 

 


Usai tari golok pun dilanjutkan dengan musik karinding. Karinding yang mempunyai alunan musik yang khas langsung menyedot perhatian peserta.

Karinding yang dimainkan dalam penampilan tersebut dua jenis. Jenis karinding yang dimainkan yaitu karinding Tepak dan karinding Towel.

Penampilan musik karinding dilakukan oleh pengurus Lesbumi yang datang dari Kecamatan Cikarang Timur, Bekasi. Menurut penuturannya, karinding Tepak yang dinamakan oleh ayahnya sebagai Karinding Buhun ini. Karinding jenis ini hanya bisa dimainkan pada waktu tertentu, misalnya saat bulan Suro ataupun maulud.

 

Karinding Tepak ini dibuat oleh Ki Sura Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, di Padepokan Surawisesa. Ki Sura sendiri selain sebagai pandai (pembuat) juga sebagai pemain Karinding.

 


Berbeda dengan karinding Tepak yang hanya bisa dimainkan pada waktu tertentu, yang pembuatannya pun memakan waktu hingga satu tahun.

Karinding Towel bisa dimainkan kapanpun dan bisa untuk mengiringi musik appun, termasuk musik-musik modern. Bahkan menurut penuturannya pula, di tahun 2022 juga rencananya akan digelar pagelaran musik karinding sebanyak 2022.

Baca juga 》  Abdullah Wong Pentaskan Kasidah Sawah di Karawang

Penampilan seni malam ini pun dilanjutkan dengan musikalisasi puisi. Tak jauh dari bacground semua yang ada di forum Rakornas 3 ini, puisi yang dibacakan pun terkait Saptawikrama.

Sapta Wikrama sebagai strategi kebudayaan yang tujuan utamanya adalah kelestarian budaya warisan leluhur bangsa. Musikalisasi ini ini dilakukan oleh kolaborasi dari PC. Lesbumi Ponorogo dan Surakarta. (has/gebe)

Share this post

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top