Kelas Carakan Lesbumi Di Darul Hijroh Buntet Pesantren

Kelas Carakan yang digagas Lesbumi PCNU kabupaten Cirebon untuk pondok pesantren diselenggarakan pertama kalinya pada Senin (05/11) di Pondok Darul Hijrah Buntet Pesantren. Program pelatihan baca-tulis aksara Carakan yang merupakan kerja sama dengan MANASSA (Masyarakat Pernaskahan Nusantara) Cirebon dan PSBM (Pusat Studi Budaya dan Manuskrip) ini diikuti oleh puluhan santri, baik putra maupun putri, serta masyarakat umum.

Kebanyakan peserta mengaku masih asing dengan aksara Carakan, lantaran tidak mendapatkan pengajaran aksara Carakan di sekolah dasar. Namun ada pula santri yang sudah cukup mahir menulis aksara Carakan. Santri putra bernama Yusron menulis aksara Carakan di papan tulis setelah diminta oleh Kang Doddie, pengampu kelas Carakan, untuk mengingat dan menuliskan aksara Carakan yang pernah peserta terima di sekolah dasar atau sekolah menengah pertama.

Selain Yusron, santri bernama Putri juga mampu menulis aksara Carakan standar dengan hampir sempurna.

Kang Doddie kemudian menjelaskan bahwa aksara Carakan yang digunakan di dalam manuskrip-manuskrip Cirebon sedikit berbeda dengan aksara Carakan standar. Beberapa silabel Aksara Carakan yang digunakan di Cirebon lebih meliuk dibandingkan dengan aksara Carakan standar.

Ia juga menjelaskan tentang metode menulis Carakan yang membantu mempermudah cara menulis, yakni dengan mengetahui persamaan bentuk dasar dari silabel-silabel Carakan, dan letak perbedaannya. Seperti silabel Ha yang bentuknya berkebalikan dengan La, atau Na yang mirip dengan Ka tetapi berbeda lekukan.

Kelas Carakan pertemuan pertama dihadiri oleh Dewan Pakar Lesbumi PCNU kabupaten Cirebon, Kang Nemi Mu’tashim Billah, dan dipandu oleh Sekretaris Lesbumi PCNU kabupaten Cirebon, Agung Firmansyah. Program ini secara rutin dilaksanakan setiap pekan pada hari Senin, mulai pukul 20.00 WIB.

Share this post

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top