Harlah ke-57 Lesbumi, PCNU Pekalongan Gelar Doa Keselamatan Bangsa

PEKALONGAN, iNews.id – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa pada peringatan hari lahirnya ke-57. Peringatan harlah Lesbumi di Joglo Perdamaian II Doro itu juga diisi dengan sarasehan budaya dan penampilan berbagai seni. Mereka juga melantunan zikir dan tahlil, juga selawat.

Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan, Eko Ahmadi mengatakan, Lesbumi sebagai salah satu lembaga dan badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama dalam bidang seni dan budaya selalu berusaha membumikan ajaran seni dan budaya di masyarakat.

“Seni dan budaya harus terus dimasyarakatkan karena itu semua merupakan identitas bangsa,” kata pria yang akrab disapa Gus Eko, Kamis (28/3/2019). Gus Eko mengatakan, peringatan Harlah Lesbumi itu diisi dengan doa untuk keselamatan bangsa agar semakin baik ke depannya. ” Kita menggelar doa agar bangsa Indonesi, NKRI, Pancasila aman, makmur, damai sepanjang masa,” katanya.

Dalam doa bersama juga juga disertai lima tumpeng besar dan tujuh tumpeng kecil menandakan usia Lesbumi sudah 57 tahun. Harlah tersebut mengambil tema “Meruwat Budaya Merawat Tradisi”. Acara yang dihadiri ratusan warga itu juga menyuguhkan beragam kesenian di antaranya, terbang genduk Jawan, selawatan, tari Batik Pekalongan dan kesenian sintren khas Pekalongan serta grup band Pop.

Menurut Gus Eko, Lesbumi akan selalu membumi dalam menjaga tradisi meruwat budaya, dan bermanfaat ke daerah-daerah agar lebih bisa dirasakan oleh masyarakat, khususnya anak muda. Sekaligus mengenalkan kebudayaan dan sejarah kepada khalayak luas dengan nilai nilai ajaran para Walisongo.

Acara ini juga dihadiri tokoh lintas agama dan lintas etnis. Mereka menyambut baik Harlah Lesbumi yang digelar dengan sederhana namun tetap khidmat.

Baca juga 》  Ngaji Budaya Lesbumi Kota Depok : Keris dan Batik Nusantara

“Acara ini bagus karena melestarikan budaya dan tradisi yang sudah ada. Ke depannya harapan kami bisa ditularkan ke daerah sekitar. Karena Indonesia terdiri atas banyak ragam budaya dan tradisi,” kata tokoh agama Budha Pekalongan, Setianto.

Share this post

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top