Expedisi Legian: Gajah Mada Berasal Dari Lamongan

Lembaga Kajian Seni Budaya ke-Islaman (Legian) yang merupakan komunitas kajian budaya di Lamongan yang didirikan atas inisiasi para alumni Pramistara Lesbumi PBNU, menggelar acara Sarasehan Budaya dan Ekspedisi Gajah Mada. Acara yang diselenggarakan di Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran tersebut menghadirkan narasumber KH. Agus Sunyoto, Ketua LESBUMI PBNU. Dari acara tersebut dihasilkan beberapa kesimpulan yang cukup menjelaskan siapa dan darimana seaungguhnya mahapatih fenomenal Gajahmada berasal. Berikut adalah hasil temuan dalam ekspedisi sejarah tersebut:

1. Situs Makam Nyai Andongsari / Ibunda Gajah Mada (Dsn.Cancing Sendangrejo, Ngimbang).

– KH. Agus Sunyoto menyampaikan Bahwa Gajah Mada lahir di Dusun Cancing, terlahir dari seorang Ibu (nyai Andongsari) yang merupakan putri dari Raja Kertanegara. Gajah Mada cucu seorang Raja.

– Cerita ini berbeda dengan forklore yang berkembang di masyarakat sekitar, yang disampaikan oleh Bpk. Jumain (juru kunci). Menurutnya, nyai Andongsari ada seorang selir raja, yang terusir dari Istana karena kehamilannya. Anak dr kehamilan tersebut kemudian kelak dikenal dengan nama gajah mada.

2. Situs Desa Bedander, Kabuh, Jombang.

– KH. Agus Sunyoto : Bedander merupakan tempat Gajah Mada menyembunyikan Raja Jayanegara saat terjadi pemberontakan Ra Kuti. Disimpulkan dari cerita bahwa Gajah Mada dibesarkan di sekitar Modo dan Ngimbang, maka letak Badander di Kabuh ini lebih cocok bila dibandingkan kawasan Dander di daerah lain seperti Bojonogoro. Apalagi didukung beberapa peninggalan kuno / struktur batu bata kuno di desa ini. Catatan sejarah ini termuat dalam Serat Pararaton.

– Masyarakat sekitar menyebut cerita bahwa, Gajah Mada diperintah oleh Ibunya Nyai Andongsari menuju Majapahit utk melewati perbukitan di selatan desanya, dalam perjalanannya kemudian beliau singgah di Ds Bedander ini. Setelah dia, dia sbg pasukan Majapahit, dan terjadi pemberontakan Ra Kuti, Gajah Mada menyembunyikan Raja Jayanegara ke tempat ini.

Baca juga 》  Gugurnya Mitos Bambu Runcing

3. Situs Candi, Dsn. Boworejo, Cangkring, Kec. Bluluk Lamongan.

– bahwa dalam Prasasti Biluluk, disebutkan bahwa kawasan Bluluk merupakan salah satu Desa Sima pada era Majapahit, yang warganya dibebaskan pajak, serta ditempati sebagai tempat bangunan suci (candi). Temuan struktur batuan andesit dan yoni di desa ini bisa menjadi penguat akan adanya bangunan suci di Bluluk pada era majapahit. Ke depan perlu adanya ekskavasi untuk membuka struktur bangunan yang diduga candi tersebut yang masih terpendam.

4. Situs Sitinggil, Modo

– Cerita Forklore masyarakat sekitar menyebut bahwa sitinggil adalah tempat Gajah Mada kecil / Joko Modo menggembala.

– Kh. Agus Sunyoto, sitinggil merupakan bangunan punden berundak yang ada sejak zaman megaliticum. Di tempat ini Gajah Mada melakukan ritual persembahan sesuai keyakinannya, diyakini Gajah Mada masih menganut ajaran Kapitayan, agama keyakinan sebelum hindu budha.

Kesimpulan :
1. Dari beberapa situs petilasan Gajah Mada yang dikunjungi semakin menguatkan teori Gajah Mada asli / terlahir di Lamongan.

2. Dari perjalanan sejarah nya, Gajah Mada diyakini sebagai tokoh yang terlahir dari Kasta Rendah (karena ibu Gadjah Mada memiliki kasta yang lebih tinggi dari ayahnya, dan menurut aturan saat itu jika kasta ayah lebih rendah dari kasta ibunya, sehingga jika mempunyai anak maka kasta anak akan lebih rendah dari kasta ayahnya) sampai menapak mencapai karir puncak sebagai Mahapatih Amangkubumi. Tauladannya, bahwa sesuatu keberhasilan seorang pemimpun tidaklah terlahir secara instan, pasti ada perjuangan dibalik perjalanannya.

1.Times Indonesia:
https://www.timesindonesia.co.id/read/185191/20181008/160327/ada-fakta-sejarah-lain-terkait-lamongan/

2.Times Jakarta :
http://www.timesjakarta.com/berita/47536/ada-fakta-sejarah-lain-terkait-lamongan

3.Times Lamongan :
http://www.timesjakarta.com/berita/47536/ada-fakta-sejarah-lain-terkait-lamongan

4.Kompas :
https://kompas.id/baca/utama/2018/10/09/lamongan-di-antara-jejak-gajahmada-dan-airlangga/

5.Surya Malang :
http://suryamalang.tribunnews.com/amp/2018/10/08/dosen-universitas-brawijaya-ungkap-fakta-baru-tentang-sejarah-lamongan

6.Tribun Jatim :
http://jatim.tribunnews.com/amp/2018/10/08/dosen-universitas-brawijaya-ini-ungkap-fakta-baru-tentang-sejarah-lamongan

7. Times Indonesia 2
https://www.timesindonesia.co.id/read/185411/20181009/200919/jelajah-situs-bersejarah-mahapatih-gadjah-mada-putera-lamongan/

8. Kabar One
http://kabarone.com/2018/10/lamongan-sudah-berdiri-sebelum-1569/

9. Harian Bhirawa
http://harianbhirawa.com/2018/10/hari-jadi-kabupaten-lamongan-sudah-berdiri-sebelum-1569/

Baca juga 》  Jejak Dakwah Islam Cina di Nusantara

10. Surabaya Pagi
http://www.surabayapagi.com/read/177864/2018/10/10/sejarawan-sebut-lamongan-sudah-berdiri-sebelum-1569-masehi.html

Share this post

scroll to top