Arab Badui Nomaden Tuna Adab

DUGEL: “Mat, kata Mbah Dipo cucunya yang jadi TKl di Mesir sangat dihormati oleh majikannya. Tuga tahun kerja, tidak satu kali pun dia pernah dibentak apalagi ditampar. Majikannya sopan sekali. Bagaimana itu?”

MAT LONGOR: “Karena Mesir bangsa Arab beradab. Sejak jaman kuno sudah bikin kerajaan, bahkan pada era Firaun. Mesir bangsa berperadaban tinggi.”

DUGEL : “Mbah Dipo juga cerita jika tetangganya yang jadi TKl di lrak tidak pernah dikasari majikannya. Bagaimana itu?”

MAT LONGOR: “lrak itu bangsa berbudaya tinggi. Sejak jaman purba, orang lrak sudah bikin kerajaan Akkadia, Sumeria, Messopotamia, Babilonia. Jadi wong lrak faham tatakrama dan aturan kehidupan orang beradab.”

DUGEL: “Dulu Mbah Dipo pernah jadi TKl di Libya. Wong Libya juga sopan, tidak pernah kasar. Mbah Dipo ngaku sering dikasi persenan. Hebat ya?”

MAT LONGOR: “Libya pasti tahu tatakrama pergaulan, sebab sejak jaman purba di sana sudah berdiri kerajaan Troya. Di Tunisia-Maroko pun orangnya beradab dan berbudaya. Sebab di sana sejak jaman kuno ada kerajaan Khatago.”

DUGEL: “Lha di Saudi kok ganas, buas, sadis, dan tak kenal adab orang-orangnya. Kenapa ya?”

MAT LONGOR: “Lho yg biadab itu Arab Badui gurun Nejd. Orang Arab Hijaz ya beradab. Lihat reruntuhan situs di Petra, Mada’in Shalih di Hijaz adalah bukti wong Arab Hijaz beradab karena bisa bikin kerajaan. Bahkan Nabi Saw sendiri membangun Yatsrib menjadi Madinah – Kota Tamaddun. Kota Peradaban. Sebab leluhur Nabi Saw, lbrahim As, orang asal Kota Uhr yg berperadaban tinggi di negeri Babylonia.”

DUGEL: “Oo gitu ya. Arab Badui Nejed itu ganas, buas, sadis, tidak tahu adab karena mereka orang gurun primitif yang hidup nomaden, belum kenal adab dan peradaban. Hmm faham aku sekarang.”

Baca juga 》  Islam NUsantara Itu Tidak Anti-Arab

MAT LONGOR: “Ya itu pasti Gel. Mana ada wong primitif nomaden kenal tatakrama dan adab.

Share this post

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top