Apresiasi Positif Pameran Seni Rupa Rakornas 3 Lesbumi NU

Lesbumi.id – Kita wajib berikhtiar setiap saat, setiap kedip mata karena tidak ada waktu lagi untuk diam, dan harus memilih jalan yang tegak sekaligus lurus – termasuk harus selalu berikhtiar menghentikan insan-insan yang terus memproduksi hal-hal bengkok.

Gagasan tersebut coba ditawarkan dari pameran seni rupa dalam Rakornas 3 Lesbumi NU di Taman Candra Wilwatikta Pasuruan pada 3-5 Juli 2019 .

 

Mengusung 44 karya lukis, 3 patung dan 1 instalasi dari seniman-seniman kenamaan, gelaran ini menuai banyak apresiasi positif baik dari kalangan seniman maupun masyarakat umum.

 

“Maka, “Tegak Lurus” adalah bermula dari hati yang bersih, hati yang paling dalam, untuk selamanya, untuk kemaslahatan bersama, berkeadilan, berbangsa dan bernegara. Jika kita berbicara tanpa laku, sama halnya membiarkan dan memproduksi hal-hal yang bengkok, tidak tegak-lurus. Artinya, tegak-lurus antara ujung lidah dan kedalaman hati, antara yang dilisankan sesuai dengan tindakan yang dilakukan, ” Kata A. Anzieb kurator pada pameran seni rupa pada Rakornas 3 Lesbumi.

 

Ditambahkan Anzieb dalam pameran ini diriya menyampaikan apresiasinya pribadi, juga dari banyak seniman lain yang merasakan keterbukaan dan upaya Lesbumi dan NU dalam mengakomodir kesenian modern.

 

“Artinya kita terbuka dengan bentuk apa pun dalam berkesenian karena yang utama dan terutama bukan pada bentuknya, bukan pada dikotomi tradisi dan modern melainkan esensinya.” Paparnya usai mengawal diskusi seni rupa di ruang pameran tersebut.

 

Hal senada juga diungkapkan perupa asal Purwosari, Wahyu Nugroho. Ia mengapresiasi langkah Lesbumi NU dalam menyelenggarakan pameran rupa tersebut sebagai upaya dakwah yang sangat tepat.

 

“Ada teman dari Muhamaddiyah yang selama ini dekat dengan kyai-kyai NU, bahkan teman yang non-muslim juga ikut pameran ini. Keterbukaan NU semacam ini yang membuat orang-orang yang belum mengenal NU jadi kenal dengan NU.” tuturnya.

Baca juga 》  Teguhkan Tradisi, Tokoh Lesbumi Pamerkan Pusaka dalam Rakornas 3 Lesbumi NU

 

Keterpanggilan hati juga menjadi salah satu motivasi yang mendasari keikut-sertaan para seniman tersebut untuk unjuk karya. Maria Novita, salah sat pelukis perempuan dalam pameran itu mengatakan, saya terpanggil sebagai seorang NU yang juga seniman.

 

 

Pengalaman pameran dengan banyak perupa dan kesempatan sudah biasa, namun bersama perupa dan Lesbumi atau seniman-seniman NU, menjadi pengalaman yang menempati kesan tersendiri dalam pengalaman hidupnya. (san/gebe)

Share this post

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top